SELAMAT DATANG

Total Tayangan Laman

Asyiknya Berkunjung ke Pabrik Pembuatan Miniatur Kereta Api Indonesia

          Melihat kereta api dalam bentuk mini memang sangat lucu dan unik. Apalagi bisa melihat langsung proses pembuatannya. Dari situlah saya penasaran untuk berkunjung ke sana. Berlokasi di Jalan Cibadak No. 248, Bandung – Jawa Barat inilah saya berkunjung kekediamannya Frans Sukarya atau akrab di sapa Pak Frans ini.

Pesanan konsumen siap antar

          Minggu (24/7) 2011 bersama rekan saya yang membawa anaknya kami pun berangkat dari Purwakarta menggunakan KA Argo Parahyangan pukul 07.19 WIB. Kurang lebih 1 setengah jam perjalanan jarak yang ditempuh untuk tiba di Stasiun Besar Bandung. Setibanya di Bandung, kami pun bergegas menuju kekediaman Pak Frans. Ketika sampai di rumahnya, ketidakberuntungan berpihak pada kami. Kami masih belum bisa menemuinya hingga pukul 1 siang nanti. Praktis kami kembali ke stasiun Bandung menunggu hingga pukul 1 siang. Alasan kami kembali ke stasiun Bandung dikarenakan lebih baik menunggu sambil melihat kereta ketimbang di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat hiburan lainnya.
         Tak terasa sudah pukul 13.00 WIB, kami pun kembali kekediaman Pak Frans. Tak sia-sia sudah, ketika kami mendatangi rumahnya, kami langsung bisa menemuinya. Ternyata Pak Frans memang sedang sibuk merakit 6 set rangkaian miniatur KRD Railbus yang akan digunakan untuk peresmian Railbus di kota Solo yang rencanannya akan diresmikan pada tanggal 26 Juli 2011. Kami merasa sedikit tidak enak terhadapnya, karena merasa telah mengganggu dengan kedatangan kami. Namun Pak Frans ternyata menyambut baik kedatangan kami. Secara langsung ia menemui kami untuk berbincang walaupun sesekali Pak Frans meneruskan pekerjaan merakitnya. Maklum, hari Minggu dimana karyawan-karyawannya sedang libur dan yang terlihat hanya Budi yang masih membantu menyelesaikan pesanan model KRD Railbus tersebut.

Pesanan Miniatur KRD Railbus untuk peresmian Railbus di Solo


          Sudah cukup lama Pak Frans menggeluti hobinya sebagai pembuat miniatur kereta api. Kebanyakan miniatur kereta api yang ia buat semuanya kereta api asal Indonesia. Untuk lokomotif saja Pak Frans sudah membuat berbagai bentuk dan seri. Dan juga beragam perusahaan sejak dimulai jaman PJKA hingga jaman PT. KAI yang kita kenal sekarang ini. Sembari berbincang, kami pun diperlihatkan koleksi pribadinya maupun pesanan-pesanan yang sedang dalam proses. Kegaguman saya mulai memuncak ketika melihat Layout jalur KA dengan diorama pegunungan dan perbukitan dan jembatan KA yang mirip seperti aslinya. 








          Selain itu beberapa seri lokomotif Indonesia serta rangkaian kereta dan gerbong sudah ia koleksi. Harganya pun beragam, untuk kereta atau gerbong dari berbagai jenis, ia jual mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000, itupun tergantung dari pemesanan yang diinginkan oleh konsumen. Kemudian untuk harga lokomotif sendiri yang ditawarkan mulai dari Rp 500.000 hingga jutaan rupiah.

Salah satu koleksi andalan Pak Frans


          Penjelasan yang disampaikan oleh Pak Frans ini membuat kami ingin memiliki salah satu koleksi dari hasil kerajinan tangannya sendiri. Sontak saya pun membeli salah satu koleksinya. Ya, Kereta Inspeksi RAILONE yang merupakan kereta kedinasan yang mengangkut pegawai-pegawai atau pejabat kereta api jika ingin melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Pulau Jawa. Dengan harga Rp 450.000 saya pun sudah memiliki 1 unit Kereta Inspeksi RAILONE dengan detail yang terlihat seperti aselinya hingga ke bagian interior. Namun, tak cukup rasanya jika kereta yang saya pesan tak dilengkapi dengan lightning interior. Jika dipikir-pikir ada betulnya juga. Praktis langsung saja saya ingin menambahkan cahaya lampu pada interior kereta yang saya pesan, walaupun saya mendapatkan kembali barang yang saya pesan tersebut 1 minggu kemudian. Maklum saja, Pak Frans kesehariannya sangat sibuk melayani pemesanan berbagai seri miniatur kereta api. Hm... sudah tak sabar rasanya saya ingin memajang dirumah Kereta Inspeksi RAILONE yang saya pesan dari tangan terampil asal Bandung, Jawa Barat itu.




          Tak mau ketinggalan, anak dari rekan saya yang ternyata pelanggan setia Pak Frans ini pun memesan 1 unit lokomotif CC 203 dan 2 unit kereta Argo Bromo Go Green, namun ia memesan yang menggunakan mesin, agar bisa puas memainkan miniatur tersebut dirumah.

Pak Frans berfoto bersama salah satu pelanggan setianya
(M. Naufal Hafidz)

7 komentar:

  1. Belakangan ini kalau mau ketemu pak Frans susahnya minta ampun. Maklum, karena beliau selang-seling antara Cibadak dan Cikole.

    Rencana ke depan beliau, katanya jalur produksi mau dipindah ke Cikole.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus sekarang rumah produksi Pak Frans yg di bandung nya masih ada gak Mas?

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Wah luar biasa keren banget miniatur kereta api nya, sy suka kereta, pengen ngoleksi banget nih

    BalasHapus
  4. kl mw pesen bisa lewat online ga? kl bisa gmn caranya yaa??
    makasih sebelumnya.. hehee

    BalasHapus
  5. Jadi pengen beli, klo saya hobbynya jalan2 naik k api, di p Jawa hampir semua jalur k api sdh dilewati

    BalasHapus

SEMUA FOTO-FOTO KERETA API, BISA DILIHAT DI WEBSITE FLICKR BERIKUT INI

Kedatangan Argo Bromo Anggrek Go Green Gemparkan RAILFANS Jawa dan Sumatera

Selasa (19/07) 2011 mulai pukul 9 pagi, saya membuka Internet situs Jaringan Sosial atau akrab dikenal dengan Facebook. Seluruh Facebook yang menamakan dirinya Railfans, memberi informasi tentang keberadaan Kereta Api yang selesai di perbaiki dari Industru Kereta Api (INKA) Madiun. Mereka satu sama lain memberikan informasi melalui statusnya masing-masing hanya untuk memberitahukan keberadaan atau posisi dari Kereta Api tersebut. Kereta api yang mereka maksud ialah Kereta Api Eksekutif Argo Bromo Anggrek "Go Green". Kata "Go Green" yang saya petik dari situs resmi PT. KAI melambangkan bahwa moda transportasi kereta api adalah moda yang ramah lingkungan. Serta memiliki keunggulan dalam irit menggunakan bahan bakas migas (BBM). Dari perlambangan ini juga, menunjukkan bukti sebuah komitmen dari PT. KAI yang akan terus berusaha menjaga kelestarian lingkungan alam demi kebaikan bersama.
Sore nanti para pecinta kereta api khususnya yang berdomisili di Jabodetabek siap menyambut kedatangan KA yang terkenal baru dan keren ini dengan cara mengabadikan lewat foto-foto mereka. Tak tanggung-tanggung ada beberapa Railfans yang masih berstatus pelajar, sepulang sekolah tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ke Stasiun Manggarai, Gambir, Jatinegara bahkan Bekasi hanya untuk mendapatkan moment si Ular Besi bertubuh hijau ini melintas.

KA Argo Bromo Anggrek Go Green ini rencana akan digunakan untuk mengganti rangkaian Argo Bromo Anggrek tipe lama agar keamanan dan kenyamanan dapat dirasakan oleh masyarakat pengguna setia kereta api lintas Jakarta (Gambir) hingga ke Surabaya, pp.